Blog

Mengenal The Royal Game of Ur, Board Game Tertua di Dunia dari Tahun 2.500 SM



Posted on May 30, 2017

Menempatkan bidak di atas sebuah papan dengan membaca buku peraturan cara bermain dan kemudian melempar dadu untuk menentukan kemenangan adalah sebagian dari berbagai keseruan yang ditawarkan dari sebuah Board Game. Tidak dapat dipungkiri lagi Board Game kini mulai banyak digemari dan menjadi salah satu bagian dari popkultur di Indonesia. Sejak masa kecil kita mungkin cukup akrab dengan board game ular tangga, monopoli, hingga permainan tradisional seperti congklak dan damdas. Kini berbagai board game dengan beragam keseruan dan gameplay dapat dengan mudah ditemui di berbagai toko dan acara-acara popkultur.

Board game sudah dikenal sebagai sebuah media hiburan sejak lama. Berbagai board game seperti monopoli, dan bahkan catur sudah cukup dikenal eksis sejak lama. Tapi ternyata manusia sudah mengenal board game sejak ribuan tahun yang lalu. Ribuan tahun sebelum Masehi, peradaban Mesopotamia kuno memiliki sebuah board game yang termahsyur di zamannya bernama The Royal Game of Ur.

The Royal Game of Ur merupakan board game tertua di dunia yang sudah dikenal sejak era 2.500 tahun SM. Berusia sekitar 4.500 tahun, permainan ini dimainkan di wilayah Timur Tengah oleh bangsa Sumeria yang menemukan permaian ini. Permainan ini ditemukan oleh Sir Leonard Wooley yang melakukan penggalian di Irak antara tahun 1926 hinga 1930. Papan permainan ini ditemukan di situs penggalian makam kerajaan Ur. Kini relik asli permainan kuno ini disimpan di The British Museum yang berada di kota London, Inggris.

Bentuk papan permainan yang ditemukan oleh Sir Leonard Wooley dari situs penggalian di Irak tersebut terbuat dari bahan kayu. Saat pertama kali ditemukan, bagian dari papan kayu tersebut ternyata memiliki sebuah bilik laci kecil tempat menyimpan dadu dan bidak permainan, bagaikan sebuah boks penyimpanan board game yang ada di masa sekarang. Namun sejak pertama kali ditemukan, tidak ada orang yang mengetahui dengan pasti bagaimanakah cara untuk memainkan permainan ini.

Adalah Dr. Irving Finkel, seorang asisten curator bagian Mesopotamia Kuno dari The British Museum yang berhasil menemukan bagaimana cara memainkan The Royal Game of Ur ini. Dalam penelitiannya, Dr. Irving Finkel menemukan sebuah “Rule book” dari board game tertua ini. Pada masa sekarang, rule book sebuah board game biasanya berbentuk sebuah selebaran kertas untuk permainan yang sederhana atau sebuah buku tebal untuk permainan yang cukup rumit.

Namun sebagai board game tertua yang ada di dunia bentuk rule book dari The Royal Game of Ur bukanlah lembaran buku melainkan sebuah prasasti kecil yang ditulis dengan aksara Cuneiform, sebuah sistem penulisan paling awal di dunia yang ditemukan peradaban Sumeria 5.000 tahun lalu. Prasasti rule book ini ditulis oleh ahli astronomi asal Babilonia yang cukup dekat dengan seorang ahli astronom dari Yunani.

Meskipun berasal dari masa 2.500 tahun SM, namun permainan The Royal Game of Ur ini memiliki kompleksitas dan juga elemen permainan yang ada pada board game di masa sekarang. Permainan ini menggunakan empat buah dadu bermata empat berbentuk tetrahedron. Dadu ini merupakan bentuk dadu bermata empat (D4) pertama yang ada di dunia. Permainan ini juga memadukan unsur keberuntungan dan strategi di dalamnya, meski tidak terlalu seimbang. Namun menurut keterangan dari Dr. Irving Finkel sendiri, permainan ini sama menariknya dengan board game yang ada di masa sekarang karena berbagai elemen tak terduga yang ada di dalamnya.

Sistem permainan dari The Royal Game of Ur sendiri pada dasarnya adalah sebuah game balapan yang dimainkan oleh 2 pemain. Masing-masing pemain bertujuan menaruh bidak miliknya lebih dulu mencapai titik akhir yang ada di papan permainan. Untuk mencapai titik finish, pemain menggerakkan bidak sesuai dengan hasil yang didapatkan dalam lemparan dadu.

Papan permainan ini sendiri terbagi menjadi beberapa wilayah, wilayah aman dan wilayah “perang”. Titik awal dan titik finish pemain berada di wilayah aman milik masing-masing pemain. Namun untuk mencapai titik finish pemain harus melalui wilayah tengah yang menjadi area peperangan. Dalam wilayah tengah, jika bidak pemain berhenti di tempat yang ditempat oleh bidak lawan, maka bidak lawan tesebut disingkirkan dari arena dan harus memulai dari titik awal. Ada berbagai tempat special di mana jika bidak pemain berada di tempat tersebut, pemain bisa melakukan lemparan dadu ekstra.

Lihat bagaimana Dr. Irvin Finkle memainkan permainan ini melawan seorang matematikawan bernama Tom Scott:

Ternyata permainan The Royal Game of Ur ini adalah sebuah board game yang sangat terkenal di zamannya. Dr. Irving Finkle menyebut bahwa permainan ini dikenal dan dimainkan selama 3.000 tahun lamanya. Pada masa itu, permainan ini bagaikan catur di zaman sekarang, di mana hampir semua orang tahu bagaimana cara bermainnya. Menurut Dr. Irving Finkle sendiri papan permainan ini ditemukan juga di dalam pemakaman raja Tutankhamon dari Mesir kuno.

Tertarik untuk mencoba serunya bermain The Royal Game of Ur? Versi replika dari permainan ini bisa didapatkan di The British Museum, London, Inggris. Versi replika ini dibuat berdasarkan foto langsung dari papan permainan aslinya dengan bidak dan dadu yang dibuat identic seperti versi aslinya dari tahun 2.500 sebelum Masehi.

Sumber | Geek & Sundry, The British Museum







Popcon Asia

Pop Con Asia is the premier pop culture event by Pop Con Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia