Blog

Lebih Dekat Mengenal Spider-Man Versi Jepang yang Memiliki Robot Raksasa



Posted on Jul 12, 2017

Spider-Man adalah salah satu karakter superhero ciptaan Marvel Comics yang cukup terkenal. Kepopuleran karakter ini telah membawa aksi sang manusia laba-laba ini ke dalam berbagai media mulai dari komik, game, hingga berbagai macam film Hollywood. Selain tampil dalam berbagai komik Amerika dan film Hollywood, Spider-Man ternyata pernah juga tampil dalam sebuah serial televisi Jepang.

Pada tahun 1978 Toei Company pernah merilis sebuah serial tokusatsu yang diadaptasi dari karakter Spider-Man. Serial tokusatsu dengan judul Spider-Man ini tayang pertama kali pada tanggal 17 Mei 1978. Seri ini tayang sepanjang 41 episode hingga tanggal 14 Maret 1979 dengan durasi 30 menit tiap episodenya serta sebuah film yang diputar pada festival film Toei Manga Matsuri pada 22 Juli 1978.

Meskipun diadaptasi dari karakter Spider-Man karya Marvel, lengkap dengan desain karakter yang sama, namun cerita dan tema dari seri tokusatsu Jepang ini sangat jauh berbeda dari karya aslinya. Dalam serial tokusatsu biasanya sang karakter utama bisa berubah menjadi superhero dengan menggunakan sebuah perlengkapan khusus. Seperti halnya Kamen Rider, dalam serial ini sang karakter utama bisa berubah menjadi Spider-Man melalui sebuah perangkat khusus yang digunakan untuk henshin. Selain bisa henshin, Spider-Man di serial tokusatsu ini ternyata memiliki robot raksasa seperti para Power Rangers.

Serial tokusatsu ini bercerita mengenai seorang pembalap sepeda motor berusia 22 tahun yang bernama Takuya Yamashiro. Suatu hari Takuya melihat sebuah UFO melintas di langit dan jatuh ke bumi. UFO tersebut ternyata adalah sebuah kapal perang luar angkasa bernama Marveller yang datang dari planet Spider.

Kemudian ayah Takuya yang bernama Dr. Hiroshi Yamashiro, seorang ilmuwan arkeolog luar angkasa melakukan pergi ke tempat jatuhnya Marveller untuk menyelidiki kapal tersebut. Namun dalam penyelidikan tersebut, Dr. Hiroshi terbunuh oleh pasukan alien yang bernama Tetsu Juji Dan (Iron Cross Army).

Takuya pun mengikuti sang ayah yang pergi menyelidiki Marveller, di sana ia bertemu dengan Garia. Garia adalah orang terakhir yang berhasil menyelamatkan diri dari planet Spider. Garia memberi tahu bahwa jatuhnya Marveller ke bumi menarik perhatian pasukan Tetsu Juji Dan yang berencana menguasai alam semesta. Garia bermaksud untuk mencari pimpinan Tetsu Juji Dan, Professor Monster dan menghentikan rencananya untuk menguasai alam semesta.

Namun karena kecelakaan Marveller yang terjatuh ke bumi, Garia butuh seseorang yang bisa melanjutkan pertarungannya tersebut. Kemudian Garia menyuntikkan Takuya dengan darah alien dari Planet Spider yang memberinya kekuatan laba-laba. Garia pun memberikan sebuah gelang yang bisa membuat Takuya berubah menjadi Spider-Man, menembakkan jaring, serta mengendalikan kapal Marveller dan bisa mengubahnya menjadi robot raksasa bernama Leopardon. Dengan kekuatan pemberian Garia, Takuya pun memulai pertarungan melawan pasukan Tetsu Juji Dan untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya.

Seperti halnya Peter Parker, Takuya Yamashiro juga berusaha untuk merahasiakan identitas dirinya sebagai sosok asli di balik Spider-Man. Saat sedang tidak menjadi Spider-Man, Takuya berusaha menampilkan sosok sebagai orang biasa saja yang tidak terlalu kuat. Oleh karena itu terkadang ia sering sekali dijahili oleh teman-temannya. Orang yang mengetahui identitas sebenarnya dari Spider-Man hanyalah para pasukan khusus dari Interpol, termasuk Juzo Mamiya, salah seorang penyelidik Interpol.

Kekuatan yang dimiliki oleh Spider-Man versi Jepang ini masih memiliki beberapa kesamaan dengan versi Amerika meskipun ada beberapa perbedaan. Takuya memiliki kekuatan layaknya seekor laba-laba dan bahkan bisa mendeteksi adanya musuh melalui Spider Sense miliknya. Kemiripannya dengan laba-laba sungguhan juga ditunjukkan melalui kelemahan yang dimiliki oleh Spider-Man versi Jepang, yakni lemah terhadap udara dingin seperti laba-laba sungguhan.

Untuk berubah menjadi Spider-Man, Takuya menggunakan sebuah gelang khusus bernama Spider Bracelet yang bisa mengeluarkan kostum Spider Protector. Adegan henshin pun dilakukan tidak semewah adegan henshin di seri tokusatsu yang ada saat ini. Takuya berubah menjadi Spider-Man tanpa adanya efek CGI yang rumit, hanya cukup dengan kostum yang dilempar dari Spider Bracelet, Takuya kemudian berubah menjadi Spider-Man.

Selain itu, Spider-Man versi Jepang juga memiliki sebuah mobil terbang bernama Spider Machine GP7. Mobil terbang ini dilengkapi dengan senapan mesin dan pelontar misil. Spider Machine GP7 digunakan oleh Takuya saat memanggil robot Leopardon, karena GP7 ini merupakan kokpit tempat Spider-Man mengendalikan robot raksasa tersebut.

Salah satu yang sangat mencolok dari seri tokusatsu Spider-Man ini adalah kemunculan robot raksasa bernama Leopardon. Robot ini sebenarnya adalah kapal perang Marveller yang bisa berubah menjadi robot Leopardon. Tinggi robot raksasa ini sekitar 60 meter dengan berat sekitar 25.000 ton.

 

Dalam episode-episode awal, Leopardon sering ditampilkan menjalani pertarungan sering melawan para musuh. Namun beberapa episode kemudian, Leopardon sering dimunculkan dengan sangat singkat. Jika pada awalnya Leopardon muncul kemudian bertarung sengit, di beberapa episode lainnya robot raksasa ini hanya ditampilkan muncul, berubah dari Marveller kemudian melempar Vigor Sword yang langsung menghancurkan musuhnya. Bahkan ada beberapa episode yang tidak menunjukkan sosok Leopardon sama sekali.

Awalnya seri Spider-Man produksi Jepang ini ingin menampilkan kisah yang sama seperti di komik asli versi Marvel. Namun kemudian pihak Toei memutuskan untuk mengubah cerita Spider-Man di versi tokusatsu ini. Cerita yang sangat jauh berbeda ini kemudian menuai berbagai protes dan juga kritikan. Meskipun demikian, para staf Marvel Comics hingga Stan Lee sendiri memuji seri tokusatsu ini terutama dalam bagian efek spesial yang tidak melibatkan CGI dan aksi pemeran pengganti di seri ini yang benar-benar menampilkan gerakkan seperti seekor laba-laba sungguhan.

Seperti halnya cerita yang jauh berbeda dari karya aslinya, kemunculan Leopardon pun mendapat kritik dan bahkan pihak Marvel pada awalnya tidak menyetujui kehadiran Leopardon. Namun pada saat itu, hadirnya Leopardon ternyata menjadi sebuah gimmick tersendiri untuk bisa menarik perhatian dari khalayak anak-anak di Jepang. Pada era tersebut sosok robot raksasa cukup digemari terutama oleh anak-anak. Mainan robot Leopardon ini kemudian dijual di Jepang dalam lini mainan Chogokin dan juga di Amerika Serikat dalam lini mainan Godaikin.

Stan Lee pun menganggap bahwa konsep Leopardon dalam seri tokusatsu Spider-Man ini sangatlah menarik. Ia sangat suka bagaimana kapal perang Marveller terbang meluncur dengan cepat, kemudian berubah bentuk menjadi sebuah robot. Stan Lee sangat menyukai adegan saat Leopardon mengalahkan musuhnya dengan melempar pedang yang langsung menghancurkan musuh-musuhnya. Desain Leopardon diyakini Stan Lee bisa dikemas menjadi sebuah mainan robot yang menarik. Bagi Stan Lee, kehadiran Leopardon dalam seri Spider-Man versi Jepang ini memberikan warna baru dalam seri tersebut.

Wawancara Stan Lee mengenai Spider-Man versi Toei:

Karakter Spider-Man versi Toei ini ternyata tidak hanya muncul dalam seri tokusatsu di tahun 1978-1979 saja. Takuya Yamashiro pernah dimunculkan oleh Marvel dalam kisah Spider-Verse di seri komik The Amazing Spider-Man. Takuya Yamashiro pertama kali muncul di komik ini pada chapter 12 yang dirilis pada bulan Maret tahun 2015. Dalam komik ini, Peter Parker, Gwen, dan Anya pergi ke Jepang di Earth yang berbeda untuk membawa Mangaverse Spider-Man, Spider-Man J, serta Takuya Yamashiro untuk membantu pertempuran yang sedang berjalan. Dalam komik tersebut, Takuya Yamashiro diperkenalkan sebagai Spider-Man yang datang dari Earth-51778. Takuya pun langsung datang membantu Peter Parker dan para Spider-Man lain dengan memanggil robot raksasa miliknya, Leopardon.

 

Hadirnya sosok Takuya Yamashiro sebagai Sider-Man menambah daftar panjang berapa banyak karakter Spider-Man dalam Spider-Verse di komik Marvel. Meskipun memiliki cerita dan konsep yang cukup berbeda dibandingkan versi Amerika, Stan Lee mengakui bahwa Spider-Man Jepang ini memiliki ciri khasnya sendiri yang penuh warna. Mari berharap saja apakah Takuya Yamashiro dan Leopardon akan dibuat versi terbarunya?







Popcon Asia

Popcon Asia is the premier pop culture event by Popcon Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia