Di Indonesia, apresiasi terhadap bidang kreatif, termasuk desain logo masih bisa dikatakan kurang. Banyak orang yang meremehkan atau memandang rendah orang yang bekerja di bidang desain dengan mengatakan hal yang tidak mengenakan.

“Kan cuma gitu doang, masa mahal banget,” mungkin perkataan tersebut sering didengar oleh orang-orang yang bekerja di industri kreatif.

Payahnya lagi saat ini ada sebuah klub sepakbola yang cukup memiliki nama mempraktikkan hal tersebut. Bukannya memberikan apresiasi yang besar untuk sebuah desain logo, mereka malah memberikan bayaran ala kadarnya saja.

Hal tersebut terlihat dari unggahan Fanpage Liga Indonesia yang mengunggah sayembara desain logo Malang United yang digunakan untuk rebranding Malang United. Namun, dalam keterangan hadiah, pemenangnya hanya akan diberikan hadiah sebesar satu juta rupiah serta merchandise dari Malang United.

Melihat hal ini, netizen pun langsung bereaksi dan mem-bully sayembara tersebut dengan mengunggah hasil karya desain logo yang pas dengan harga yang diberikan oleh Malang United tersebut. Mereka memberikan desain yang unik, tidak lupa dengan unsur kuda, kombinasi warna hitam-putih-kuning, sesuai dengan persyaratan yang diminta. Tapi hasilnya malah jadi lucu…

Melihat hal ini banyak yang menyayangkan sayembara yang tampak tidak menghargai orang-orang yang bergerak di bidang industri kreatif.

Djoko Agoes Real: miris sebegitu murahnya kreatifitas desain di negara ini :’)

Faiz Ashshidiq: padahal sponsor banyak itu dibawahnya

Kusnadi Abdillah Benteng: Logo Pertamina Aja Cuma 3 warna Modelnya Begitu bisa Ampe Milyar. Ini lagi 1 juta

Ivan Setya Gunawan: Logo nya buat nyari sponsor ratusan juta

Pembuatnya dikasi 1 juta doank ??

Hahahhha

Fajar Gerrard Satrio: Gilaaaaaa sekolah desain mahal mahal, buat suatu konsep, berfikir pakai otak
Eehhh di bayarnya seharga minim dp motor beat

Faikar Khalid B: SATU JUTA BUAT APAAN TONG?

Dari unggahan Liga Indonesia tersebut, hingga kini juga masih banyak yang memberikan desain logo mereka. Postingannya sendiri sudah dibagikan lebih dari 2.100 orang. Bagaimana menurutmu? Apa sebaiknya digratiskan saja?

Sumber: Tribun News