Blog

Semangat Kartini Dalam Karakter Komik Indonesia



Posted on Apr 21, 2017

Selamat Hari Kartini!

Di hari ini kita diingatkan kembali dengan perjuangan Ibu Karitini dan tentunya mengenai emansipasi wanita. Bagaimana sekarang wanita dapat mengutarakan pendapatnya sendiri dan juga berkarya. Sayangnya sampai hari ini, tidak banyak role model wanita yang bermunculan. Paling sederhana kita bisa melihat minimnya karakter perempuan dalam komik Indonesia yang kuat dan memiliki value.

Karakter-karakter perempuan dalam komik umumnya hadir dalam cerita genre romance, yang secara tidak langsung memberi kesan bahwa perempuan hanya memikirkan “cowok” dan “cinta”. Eits ini bukan berarti genre romance itu buruk, tentu kita butuh genre-genre lain yang membuat karakter perempuan nggak melulu memikirkan dua hal tersebut.

Beberapa tahun belakangan, film-film mulai memunculkan karakter heroine (perempuan yang menjadi hero atau karakter utama). Contohnya Star Wars dengan Rey, Zootopia dengan Judy, Moana yang menjadi princess disney tanpa embel-embel pangeran dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, sudah mulai bermunculan heroine-heroine yang mewarnai komik Indonesia. Berikut adalah 4 karakter perempuan yang memiliki “semangat kartini” dalam komik Indonesia;

 

1. SRI ASIH

(foto: boombastis.com)

Jika mendengar kata superhero wanita pasti yang teringat adalah Wonder Woman. Indonesia juga memiliki karakter superhero wanita karya R.A Kosasih yang merupakan bapak komik Indonesia. Dialah Sri Asih yang memiliki kekuatan super dahsyat, dapat terbang secepat angin, kebal terhadap berbagai jenis senjata, dan ketika merasa kesulitan menghadapi musuhnya, Sri Asih dapat menggandakan diri atau juga dapat mengubah ukuran tubuhnya menjadi besar.

Sri Asih bercerita tentang seorang gadis bernama Nani Wijaya yang menemukan jimat yang ternyata membawanya pada kekuatan super. Dia dapat berubah menjadi Sri Asih yang berkekuatan super saat dia mengucapkan sebuah kata sakti, “Dewi Asih!”. Komik Sri Asih pertama kali dibuat pada tahun 1953 dan mulai diterbitkan oleh Melodie Bandung pada 1 Januari 1954. Bahkan komik ini sempat diangkat ke layar biskop hingga menjadi film superhero pertama di Indonesia. Komik Sri Asih pun diperbaharui dan diterbitkan oleh Bumi Langit.

 

2. RIXA

“Gapailah cita-citamu setinggi langit”, frasa itu nggak cuma buat laki-laki tetapi juga untuk perempuan seperti RIXA. Komik “RIXA” karya Haryadhi yang terbit di Kosmik Mook ini mengisahkan perjalanan perempuan bernama Antariksa mewujudkan impiannya menjadi seorang astronot. Nama Rixa digunakannya untuk berinteraksi dengan teman-teman astronot dari negara lain.

Karakter Rixa digambarkan sebagai perempuan yang pintar, dapat diandalkan, teguh, dan pantang menyerah. Meski memiliki latar belakang anak seorang TKI, Rixa membuktikan dirinya dapat berkuliah di Amerika Serikat, menjadi insinyur roket Indonesia dan akhirnya ikut terbang dalam sebuah misi penyelamatan ilmuwan Jepang. Ohiya komik RIXA ini juga merupakan kerjasama antara Kosmik Mook dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

 

3. SPALKO

Spalko bercerita tentang Janus yang pacaran dengan superhero bernama Tesla alias Lala, yang merupakan salah satu remaja yang diberi kekuatan dan perlengkapan bertarung oleh seorang ilmuwan jenius bernama Spalko untuk melawan organisasi kejahatan Tyran-X. Yang menarik dari komik ber-genre romance dan action ini adalah bagaimana sosok Tesla yang powerful itu membuat pacarnya, Janus insecure dan minder dengan dirinya sendiri. Hal ini bertolak belakang dengan genre romance yang biasanya karakter perempuan yang memiliki perasaan gelisah dan “menye-menye”.

Karakter Tesla atau akrab yang dipanggil Lala ini merupakan sosok wanita mandiri, dimana dia juga percaya pada inner beauty. Dia memilih Janus, lelaki cupu yang bahkan lebih pendek darinya adalah bentuk cara pandangnya bahwa yang terpenting itu bukan penampilan, tetapi hati dan kemampuan. Tesla juga tidak manja dan bertanggung jawab, maka dari itu dia memutuskan untuk ikut Spalko, membela kebenaran dengan kekuatan listriknya. Komik Spalko karya Sweta Kartika ini dapat dibaca di majalah komik re:ON.

 

4. RAISAH

Komik bersetting sekolah dengan karakter utamanya perempuan, apa yang muncul dalam pikiranmu? Hanya kisah cinta? Melalui komik Raisah, Tosan Aji ingin siswa-siswa Indonesia menjadi orang dewasa yang keren dan berkarakter. Maka dari itu komik Raisah lebih berfokus pada cerita-cerita sosial dan konflik anak sekolah yang biasa kita temui atau bahkan kita alami sendiri.

Raisah sendiri bercerita tentang anak perempuan bernama Raisah yang merupakan anak konglomerat tetapi bersekolah di sekolah biasa. Di sanalah, Raisah mengalami banyak fenomena sosial yang nggak pernah dia lihat sebelumnya. Seperti nggak semua teman-teman sekolahnya itu punya duit jajan, nggak semua orang seberuntung dirinya, dan sekolah yang memiliki aturan sendiri tidak bisa semau-maunya sendiri seperti di rumahnya. Karakter Raisah sendiri merupakan gadis yang mandiri, nggak sombong meski dirinya anak konglomerat, memiliki keingintahuan tinggi, dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Komik Raisah bisa kamu baca di komik Si Juki seri Keroyokan.

“Semangat Kartini” bisa dapat berupa apa saja. Tentu selain 4 karakter tersebut, masih banyak lagi komik Indonesia yang memiliki karakter perempuan dengan “Semangat Kartini” atau bahkan lebih powerful lagi. Mungkin aja di Popcon Asia nanti akan banyak karakter-karakter perempuan dalam komik yang lebih keren lagi bermunculan. Share karakter perempuan dalam komik Indonesia yang menurutmu punya semangat kartini di kolom komentar ya!







Popcon Asia

“Popular Culture Convention” Asia is the biggest festival in Asia to celebrate creative contents from the emerging local and global creator to the growing market of teens and young-adults, and family.


Copyright 2017 © Popcon Asia