Dalam sejarah animasi Indonesia sebelumnya, studio animasi terus bermunculan dan diiringi dengan berbagai macam karya.  Tidak hanya memproduksi, mereka juga mengukir segelintir prestasi dalam industri animasi Indonesia. Masuk ke tahun 2000-an, mengikuti perkembangan teknologi, karya-karya animasi Indonesia pun juga semakin menarik. Perkembangan ini diikuti pula dengan pembentukan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI). Seperti apa karya-karya animasi di fase ketiga ini? Ini dia daftar lengkapnya…

2003:
Animasi 3D tidak hanya beredar di dunia pertelevisian Indonesia, tetapi juga mulai bermunculan di layar lebar. Salah satunya adalah  “Janus Prajurit Terakhir” (Junii 2003) yang disutradarai oleh Candra Endroputro.

2004:
Studio Kasat Mata membuat “Homeland”, film animasi 3D yang berdurasi 90 menit yang peluncuran perdananya ditayangkan pada 4 Mei 2004 di Taman Ismail Marzuki (TIM). Film animasi yang disutradarai oleh Gangsar Waksito ini di dibantu oleh Garin Nugroho selaku produser. Garin juga mengajak Jujur Pranoto, penulis skenario ADA APA DENGAN CINTA? (AADC) untuk menulis ceritanya bersama Bre Redana, wartawan kebudayaan harian Kompas.

Homeland bercerita tentang petualangan seorang anak bernama Bumi yang berusaha menemukan warisan ayahnya di dunia yang imajiner. Perjuangannya dalam menemukan dan mempertahankan warisan ayahnya diwarnai dengan hal konyol dan konflik yang berkepanjangan bersama teman seperjalanannya. Film animasi ini juga didukung sejumlah artis yang mengisi suara para tokohnya, diantaranya adalah; Yosi, Udjo, **Tika Panggabean **(personel Project Pop), dan Enno Lerian.

2004:
Narliswandi (Iwan) Piliang dan Achmad Hirawan berinisiatif mendirikan Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) pada 8 Juni 2004. Narliswandi bekerjasama dengan Denny A. Djoenaid, Kemal Sudiro, dan Glenn Tumbelaka untuk turut serta dalam kepengurusan AINAKI. Tidak sampai di situ, Denny A. Djoenaid juga mengajak rekan non animatornya yaitu Peni Cameron dan rekan-rekan animatornya seperti Deddy Syamsuddin, Arnas, Arnas Irmal, Rully Rochadi, dan Poppy Palele untuk ikut serta dalam pendirian AINAKI.

Memiliki visi menjadi penghubung industri kreatif antar negara, AINAKI berkolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, pengusaha dari dalam maupun luar negeri, dan juga terutama dengan studio animasi yang ada di Indonesia.

2005:
“Kuci”, “Pondok Kita dan Xebi Si Surai Ungu” meruapakan serial animasi 3D yang diproduksi oleh Kojo Anima Studio. Nama Kojo sendiri merupakan nama yang diambil dari plesetan bahasa jawa Gaco. Selain itu Kojo juga memproduksi serial animasi seperti “Tora-tori” dan “Pempek Family” (2010).

2007:
Hebring merupakan proyek animasi full 3D perdana Main Motion Game dari Main Studio yang digawangi oleh Andi Martin dan Marlin Sugama. Hebring pada tahun 2007 silam berhasil menyabet penghargaan pada ajang kompetisi Indonesia INAICTA yang digelar oleh DEPKOMINFO.

Serial animasi Hebring juga memproduksi “Hebring Shoryudo Adventure” yang merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah Jepang dalam memperkenalkan karakter-karakter dari ASEAN. Seri animasi ini sempat tayang di Net TV dan juga Chukyo TV, saluran televisi Jepang. Selain animasi 3D, Hebring juga hadir dalam bentuk komik dan animasi 2D yang ditayangkan di Kratoon Channel.

**2008:** Kabayan & LipLap Animasi 3D yang diproduksi oleh Castle Production ini telah tayang di 4 stasiun televisi yang berbeda yaitu tayang di TVRI (2008), Global TV (2009), Indosiar (2010), dan KAT TV (2013 – sekarang). Animasi Kabayan ini bercerita tentang kisah petualangan Kabayan yang ditemani oleh sahabatnya kunang-kuangn kecil yang bernama Liplap. Kabayan juga selalu membawa alat musik Calung dalam setiap perjalanannya.
**2009:** Meraih Mimpi adalah film animasi 3D musikal pertama dari studio animasi **Infinite Frame Work** di Batam, yang menjadi kawah candradimuka bagi para animator Indonesia. Film animasi ini pertama kali dirilis di Singapura pada tahun 2008 dengan judul *“Sing to the Dawn”* yang diadaptasi secara lepas berdasarkan novel yang berjudul sama.

Menggandeng Nia Dinata sebagai penulis naskahnya, film Meraih Mimpi dirilis di bioskop-bioskop Indonesia pada 16 September 2009. Gita Gutawa juga mengisi suara Dana, tokoh utama dalam animasi musikal satu ini yang sempat tayang di SCTV.

Berikutnya di Sejarah Animasi Indonesia, Part.4: 2010-2011 Tidak hanya di layar lebar dan televisi, animasi Indonesia juga mulai banyak merambah ke internet melalui YouTube. Karya-karya animasi apa saja yang muncul di tahun itu? Tunggu pembahasan selanjutnya ya~

Sumber: ANIMAKINI