Setelah mengumumkan logo baru untuk perayaan 25 tahun Power Rangers, kabar mengejutkan kembali datang dari Saban Brands melalui pernyataan resmi yang dirilis pada 15 Februari 2018 kemarin…

February 15, 2018 – After a successful 25-year partnership building the iconic action franchise, Power Rangers, Saban Brands and Bandai have mutually agreed not to renew their global Power Rangers master toy license agreement, effective April 2019. Bandai will continue to support Power Rangers, including the 2018 commemoration of the Power Rangers 25th anniversary and the current season, Super Ninja Steel. In addition, Bandai, through its partnership with Toei Company Ltd., will continue to exploit toy rights for the Super Sentai series, which has enjoyed over 40 years of success, in Japan and select other Asian territories.

Pernyataan itu menyebutkan kalau kerjasama resminya dengan Bandai, sebagai “Master Toy License” akan berakhir di bulan Maret 2019. Tapi Bandai tetap akan mendukung penuh Power Rangers hingga perayaan Ulang Tahun ke-25 yang jatuh tahun ini, juga sampai akhir musim “Power Rangers Super Ninja Steel”, seri terbaru yang saat ini sedang tayang di Amerika. Tapi Bandai tetap akan bersama Toei dan Super Sentai, serial asli yang menjadi dasar pembuatan Power Rangers.

Tentunya ini mengundang banyak pertanyaan dan spekulasi, terutama tentang nasib mainannya setelah Super Ninja Steel. Siapakah yang akan mengambil alih produksinya? Hasbro? Playmobil? Jakks Pacific? atau Lego? Apakah mereka bisa menandingi versi Sentai yang dibuat oleh Bandai? Bagaimana juga dengan lini mainan yang sudah dibuat Bandai selama ini, seperti DX Legacy Series & Legacy Figures 6,5inch? POPCON Media akan menganalisanya…

Sejak penampilan perdananya di tahun 1993, Power Rangers, versi Amerika dari serial Super Sentai dari Jepang, mainannya diproduksi oleh Bandai Amerika. Hal ini tentunya tidak mengejutkan karena Bandai Jepang adalah perusahaan yang memproduksi mainan versi Sentainya. Jadi, Bandai Amerika hanya perlu melakukan sedikit modifikasi, tanpa mengubah* mold (*tapi mengganti stiker, mengganti bahan, menghilangkan chrome, juga mengurangi fungsi elektronik), atau tinggal mengemas ulang saja dengan packaging versi bahasa Inggris.

Tapi sejak “Power Rangers Operation Over Drive” (2007, Sentai Boukenger), Bandai Amerika benar-benar memproduksi Robot Megazord dengan mold yang berbeda. Ukurannya cenderung lebih kecil, tanpa gimmick elektronik, tapi memiliki kesamaan joint atau konektor untuk semua seri. Jadi, DX Robot “Power Rangers Megaforce” (2013) bisa digabung dengan DX “Robot Power Rangers Ninja Steel” (2017). Kesamaan joint ini disebut dengan “Zord Builder”, fungsi yang tidak selalu ditemui di robot-robot Sentai.

Zord Builder ini didesain oleh PLEX, anak perusahaan dari Bandai. Kalau Power Rangers tidak lagi melibatkan Bandai, maka tidak akan ada lagi desain-desain mainan orisinil dari PLEX untuk Power Rangers, juga karakter-karakter orisinil, seperti Ranger Battlizer yang selama ini didesain oleh PLEX. Apakah perusahaan mainan yang baru nanti bisa (dan boleh) melakukannya?

Rumor kemudian berkembang kalau Hasbro yang akan menggantikan posisi Bandai. Mengingat kemampuan Hasbro dalam memproduksi robot-robot Transformers dan action figure Marvel Legends, maka perusahaan inilah yang paling masuk akal. Tapi Hasbro adalah “saudara” dari Takara Tomy, yang merupakan pesaing terberat Bandai di Jepang. Selama ini Power Rangers memiliki nama dan jalur distribusi yang lebih kuat di seluruh dunia jika dibandingkan dengan Super Sentai, maka Bandai harus siap-siap kalah nantinya dari mainan-mainan Rangers produksi Hasbro. Apakah Bandai rela?

UPDATE: HASBRO RESMI AMBIL ALIH POWER RANGERS DARI BANDAI

Apalagi kalau misalnya terbukti robot Power Rangers versi Hasbro ini lebih unggul, Takara Tomy pasti akan membuat versi Sentai/ Jepangnya dengan detail dan painting yang lebih menarik. Bisa-bisa, setiap tahun kita akan melihat 2 versi DX Sentai, yang satu versi Bandai, yang satu lagi versi Takara Tomy dengan gimmick-gimmick dan keunggulan masing-masing yang berbeda. Kondisi ini sebetulnya tidak buruk, bahkan lebih menarik bagi para fans dan kolektor, karena ada pilihan yang lebih banyak untuk robot yang mereka suka, seperti yang sudah terjadi di SHF Bandai VS Figma Max Factory. Apakah DX Megazord akan mengalami hal yang sama?

Berarti monopoli Bandai yang selama ini hadir untuk DX Legacy Series, Super Sentai Artisan, bahkan SOC Megazord akan terkikis, bahkan hilang sama sekali…

Yang jelas, dengan berakhirnya kerjasama Bandai ini, Legacy Series seperti Legacy Morpher akan diakhiri dengan Legacy Zeonizer dan Zeo Golden Power Staff di 2018. Figur 6,5inch-nya juga akan berakhir di wave #7 dengan karakter Psycho Black dan Yellow dari “Power Rangers in Space”, juga Crimson & Navy Thunder Ranger dari “Power Rangers Ninja Storm”. Begitu juga dengan Legacy Shogun Megazord yang sepertinya batal dirilis.

Bagaimana kondisi ini akan berpengaruh di Indonesia?

Selama ini kita bisa menikmati mainan-mainan Rangers yang lebih murah dari mainan Sentai, karena tersedia banyak di retail ternama. Kadang sampai diobral lebih dari 70%. Distributor resmi Bandai seperti MAP, yang kini juga sudah menjadi distributor resmi dari Hasbro, kalau misalnya benar digantikan oleh Hasbro, tentunya tidak akan masalah. Kita tetap akan bisa menikmati mainan diskon pada waktunya.

Jadi, bagi kita yang berada di Indonesia, penghentian kerjasama ini tidak akan banyak berpengaruh. Syukur-syukur distributor resmi juga berbaik hati untuk memasukkan yang versi Bandai/ versi Sentai-nya, dengan lebih cepat, sesuai dengan masa tayangnya di Jepang.

Dengan demikian, Power Rangers 2019 yang merupakan adaptasi dari Sentai Kyuranger, mainannya sudah tidak lagi diproduksi oleh Bandai. Seperti apa ya bentuk Megazord Kyuranger versi Hasbro? Kita tunggu saja…

Nah, menurutmu setelah CEO Hasbro yang mantan Presiden Bandai Amerika berhasil meyakinkan Saban untuk meninggalkan Bandai, apakah koleksi mainan-mainan dari Power Rangers akan jadi lebih menarik? Berikan pendapatmu ya~