Pengabdi Setan atau “Satan’s Slave” karya Sutradara Joko Anwar berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi dari para juri “The Overlook Film Festival”, yang terdiri dari Jen Yamato (Los Angeles Times), Peter Kuplow (Toronto Intl. Film Festival Midnight Madness), dan Toby Halbrooks (A Ghost Sory, Pete’s Dragon), yang berlangsung akhir pekan kemarin di New Orleans, kota paling berhantu di Amerika.

Film yang dibintangi oleh Tara Basro, Ayu Laksmi, dan Bront Paralae ini berhasil mengalahkan film “Upgrade” (Sutradara Leigh Whannell), “Hereditary” (Ari Aster), “Don’t Leave Home” (Michael Tully), dan 22 film lainnya  untuk kategori tertinggi, “Feature Film Jury Prize”. Tapi untuk film paling menyeramkan, para juri memberikannya pada film “Caniba” karya Sutradara Véréna Paravel dan Lucien Castaing-Taylor.

Selain film horor berdurasi panjang dan pendek, The Overlook Film Festival juga menghadirkan pengalaman Virtual Reality yang memang sangat cocok bagi para penikmat film horor. Salah satu yang diunggulkan adalah “Delusions: Lies Within” yang diproduksi oleh Skybound.

Delusions ini menghadirkan pengalaman menyeramkan dalam bentuk VR 360, dimana kamu bisa masuk ke dalam sebuah kastil berhantu, persis seperti cerita horor karya Jon Braver dengan judul yang sama.

Di Indonesia sendiri, Pengabdi Setan sukses mendapatkan 7 Piala Citra dan 5 Piala Maya, dimana kategori Penata Suara, Lagu Tema, dan Artis Cilik sukses direbut di kedua ajang tadi.

Baca juga: Dominasi Perolehan Citra, Pengabdi Setan Gagal Jadi Film Terbaik

Sekali lagi, selamat untuk Joko Anwar dan Pengabdi Setan untuk penghargaannya! Kalau menurutmu, apa sih yang paling berkesan dari “Pengabdi Setan”?