Membahas mengenai perkembangan industri kreatif, kita tentu tidak boleh luput melihat industri musik sebagai salah satu industri kreatif yang sangat berkembang di tanah air. Sebagai negara dengan beragam kebudayaan dan latar belakang masyarakat, Indonesia memiliki beragam jenis musik yang terus eksis hingga kini. Salah satu jenis musik yang eksistensinya bahkan menjadi ciri khas negara Indonesia adalah Dangdut.

Musik dangdut yang memiliki akar budaya kuat dengan musik tradisional asal India dan sebagian wilayah Timur Tengah ini sudah mendarah daging di masyarakat sejak lama. Selama waktu berjalan, musik dangdut pun mengalami perkembangan melalui perpaduan dengan unsur-unsur kebudayaan lain seperti musik dan bahasa tradisional yang melahirkan Dangdut Pantura, ataupun perpaduan dengan musik modern yang menghasilkan Dangdut House. Salah satu label musik lokal pun berani melakukan perpaduan baru yang mempertemukan musik Dangdut dengan Animasi.

Pada tahun 2017 label musik Nagaswara mengemas sejumlah artis yang berada di bawah naungan manajemennya menjadi karakter animasi 3D. Berbagai musisi dangdut seperti Zaskia Gotik, Fitri Carlina, dan Sherly May dibuat menjadi karakter dalam balutan animasi 3D. Tidak hanya itu saja, bahkan Faank sang vokalis dari grup band Wali juga turut serta dibuat menjadi karakter 3D.

Ternyata pembuatan karakter animasi 3D dari musisi ini adalah bentuk inisiatif dari Nagaswara yang membuat divisi baru bernama Naganime. Menurut keterangan resminya, divisi baru ini dibentuk sebagai persiapa Nagaswara untuk melangkah ke era animasi 3D.

“Menjawab tantangan dari keinginan CEO Nagaswara divisi kami sedang mempersiapkan Sinema 3D.  Judulnya kemungkinan Nagamusic Land dan mengangkat para artis Nagaswara terpanas dan terpopuler,” ucap Agi Head divisi Naganime dalam keterangan resminya.

Melalui akun YouTube resminya, pihak Nagaswara merilis video klip dangdut dengan balutan animasi 3D. Video klip animasi pertama yang dirilis oleh Nagaswara adalah video klip dari artis dangdut Nella Kharisma. Ternyata video klip ini menghadirkan karakter original dari Nagaswara sendiri yang bernama Bu Ori.

Bu Ori ini adalah karakter fiksi original yang diciptakan oleh Nagaswara untuk melawan pembajakan. Karakter ini dimunculkan dalam berbagai konten komik yang tentunya mengajak pembaca untuk melawan tindak pembajakan musik yang meresahkan industri musik tanah air.

“Ibu Ori adalah tokoh komik pejuang produk musik original, dimana setiap hadir memiliki tema yang mengkampanyekan membeli produk asli dan original,” ungkap Agi selaku kepada divisi Naganime dalam keterangan resminya.

Agi menambahkan bahwa karakter Bu Ori yang merupakan singkatan dari Buy Original ini diharapkan mampu menghapus pembajakan dan menyadarkan masyarakat Indonesia untuk terus membeli produk original. “Pokoknya selalu mengeluarkan tema anti pembajakan dan mengajak membeli produk original.” Ucapnya.

Video klip animasi kedua yang dirilis oleh Nagaswara menampilkan artis Zaskia Gotik dengan lagunya yang berjudul “Pilih Siapa?”. Berbeda dari video klip animasi pertama, animasi dalam video klip ini tampil lebih bagus dengan pengambilan gambar yang lebih dinamis dan karakter yang beragam. Dalam animasi ini Nagaswara bahkan menghadirkan Faank Wali yang berperan di video klip animasi bersama Zaskia Gotik. Meskipun direncanakan akan melibatkan banyak artis yang akan dibuatkan menjadi karakter animasi 3D, namun hingga saat artikel ini ditulis baru 2 video klip animasi yang dirilis untuk publik.

Terlepas dari segala bentuk persoalan teknis dan kualitas, perpaduan antara musik Dangdut dengan animasi yang dicetuskan oleh Naganime merupakan sebuah perkembangan yang menarik dalam industri kreatif di Indonesia. Animasi yang berpadu dengan musik Dangdut yang memiliki kesan dewasa bisa jadi menjadi salah satu cara untuk meyakinkan masyarakat dan ekosistem produsen media di Indonesia bahwa sebagai sebuah medium animasi bisa dikemas ke berbagai jenis konsumen yang beragam, tidak hanya untuk anak-anak dengan konten humor dan komedi saja.

Naganime menambah satu lagi pihak yang berani untuk memadukan musik dengan animasi. Meskipun belum terlihat banyak tetapi sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang berani memadukan karya musik dengan animasi. Bisa jadi suatu saat ada kreator dalam negeri yang membuat artis virtual sendiri.

Sumber: Nagaswara