Saat ini banyak ragam drama seri yang tayang di Indonesia. Tidak hanya sinetron, tetapi juga ada drama Korea, drama Turki, drama India, dan masih banyak lagi. Drama seri tersebut tentu memiliki banyak kemiripan tetapi sayangnya tidak banyak yang dapat melihat potensi merchandise seperti drama Korea.

Adanya sesuatu yang iconic yang menjadi identitas sekaligus ciri khas merupakan nilai plus yang dimiliki drama Korea. Tidak hanya adegan, hal-hal iconic ini bisa berupa apa saja. Mulai dari pakaian dan parfum yang dipakai para pemainnya, buku refrensi sampai tempat yang dijadikan setting dalam drama tersebut. Tentu saja hal-hal iconic ini digunakan menghasilkan uang lebih banyak lagi.

![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/Secret-Garden-Hyun-Bin-Tracksuits-1.jpg)
*Jaket iconic-nya “Secret Garden”*
 
![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/Parfum-Goblin.jpg)
*Parfum dalam drama Korea “Goblin”*
 
![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/The-Heirs-plush.png)
*Boneka burung hantu “The Heirs”*
 
![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/Screen_Shot_2014-08-03_at_8.36.35_PM-1-1024x751.png)
*Setting rumah di drama Korea “Full House”*
 

Tidak hanya drama Korea, sinetron Indonesia nyatanya juga memiliki sesuatu yang iconic dan dapat dijadikan merchandise! Bahkan jauh sebelum drama Korea booming di negara kita, sinetron Indonesia telah lebih dahulu menggali potensi merchandising.

![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/topi-tersayang.jpg)
*Topi dari sinetron “Tersayang”*
 
![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/Hijab-Hana-CHSI.jpg)
*Jilbab Hana dari sinetron “Catatan Hati Seorang Istri”*
 
![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/Mushola-parapencari-tuhan.jpg)
*Musholla “Para Pencari Tuhan” yang iconic*
 

Pernah melihat kolam renang yang tiba-tiba dipenuhi dengan anak-anak yang berenang menggunakan kostum putri duyung atau mermaid? Fenomena trend baju mermaid tersebut ada karena kepopuleran sinetron “Mermaid in Love” yang bahkan sudah punya 2 season!

![](https://popconasia.com/wp-content/uploads/2017/05/mermaid-in-love.jpg)
*Sinetron “Mermaid in Love”*
 

Tapi sayangnya bisnis pengembangan IP (intelectual property) sinetron ini sepertinya belum terpikirkan oleh para kreatornya dengan matang. Merch-merch sinetron itu umumnya muncul dari kepala para pedagang di pasar yang up to date, bukan dari para kreator yang menciptakan icon dari karya mereka sendiri.

Sama halnya dengan agen-agen tur Yogyakarta yang memanfaatkan kepopuleran film AADC 2 yang secara tidak langsung mempromosikan tempat-tempat wisata di Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, mereka pun menyebutkan tur wisata tersebut dengan nama “Paket wisata tur AADC 2”.

Kalau dipikir-pikir sinetron Indonesia sebenarnya tidak buruk juga kan? Biar bagaimanapun, sinetron Indonesia ternyata punya pasarnya sendiri. Pasar itulah yang akan selalu siap menerima produk turunan dari sinetron kegemaran mereka, baik yang resmi maupun tidak resmi. Jika merchandise tidak resminya saja banyak diminati, bukankah ini pertanda bahwa IP sinetron Indonesia memiliki potensi yang besar bila dikelola dengan baik, seperti yang dilakukan dalam industri hiburan di Korea Selatan?