Blog

Ketika Ayah dan Anak Berkolaborasi Membuat Illustrasi Keren



Posted on Apr 20, 2017

Apalah arti dari sebuah coretan gambar anak kecil yang terlihat sangat seadanya. Di mata orang dewasa mungkin coretan anak-anak hanyalah gambar berantakan di atas kertas yang tidak istimewa. Tapi jika berada di tangan yang tepat, coretan gambar anak-anak bisa menjadi suatu karya yang menakjubkan. Seperti yang dilakukan oleh ayah dan anak ini yang berkolaborasi membuat berbagai macam illustrasi yang memukau mata.

Adalah Thomas Romain, seorang animator dan desainer background dari studio animasi Satelight  asal Jepang yang menyulap goresan gambar menjadi sesuatu yang menakjubkan. Pria asal Perancis yang pernah terlibat dalam berbagai proyek anime seperti Space Dandy, Aria, Symphogear dan Macross Delta ini mengunggah illustrasi yang ia buat berdasarkan desain coretan yang dibuat oleh kedua anaknya, Ryunosuke yang berusia 10 tahun dan Itsuki yang berusia 8 tahun di akun Twitter miliknya.

Karya kolaborasi yang oleh Thomas disebut sebagai Father & Son’s Design Workshop ini dimulai menjelang hari Natal di tahun 2016. Pada awalnya anak pertamanya, Ryunosuke menyerahkan sketsa buatannya yang terlihat seperti alien bermata satu. Setelah itu sang ayah langsung menyempurnakan desain dari sang anak menjadi illustrasi yang menakjubkan. Saat diunggah ke Twitter, karya kolaborasi pertama ayah dan anak tersebut berhasil menembus lebih dari 2.000 retweet.

Tidak lama setelah itu, tepat pada tanggal 8 Januari 2017 Thomas Romain kembali mengunggah karya kolaborasi bersama anaknya. Kali ini ia berkolaborasi dengan anak bungsunya, Itsuki yang membuat ilustrasi bertemakan Cyborg.

Satu minggu berikutnya, pria kelahiran Perancis yang juga kreator dari seri Code Lyoko ini memoles coretan desain dari Ryunosuke. Jika pada dua gambar sebelumnya anaknya membuat gambar bertemakan fiksi ilmiah, kali ini Ryunosuke membuat desain dengan tema fantasi.

Tema yang berbeda kembali ditunjukkan pada illustrasi ke-4 dari kolaborasi ayah dan anak ini. Sebelum diunggah Thomas Romain sempat menyatakan bahwa gambar ke-4 nanti akan terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya. Dalam gambar ke-4 ini Thomas Romain dan anaknya saling bekerjasama membuat karya yang dinamakan Steampunk Doctor, yang terlihat cukup menyeramkan seperti yang ia katakan.

Karya kelima pun diunggah kembali ke Twitter di penghujung bulan Januari. Pada karya ke-5 ini Thomas Romain dan anaknya mempersembahkan illustrasi dengan tema mecha. Mengingat Thomas Romain juga turut serta berpartisipasi dalam salah satu seri anime mecha ternama asal Jepang yakni Macross, nuansa fiksi ilmiah dalam illustrasi ini terlihat sangat detail.

Awal bulan Februari Romain dan anaknya mencoba eksplorasi hal baru dalam ilustrasinya. Setelah membuat berbagai ilustrasi bertema fiksi ilmiah dan fantasi kali ini mereka mencoba tema alam. Karya yang dinamakan The Tulip Brothers ini mampu menarik hati ribuan penggemar di Twitter.

Pekan berikutnya ayah dan anak ini merilis ilustrasi yang masih bertemakan alam, tapi dengan sentuhan fantasi. Inilah dia Sand Golem.

Tema alam dengan sentuhan fantasi dihadirkan lagi dalam illustrasi ke-8 berjudul Snake Fighter. Illustrasi kali ini didesain oleh Itsuki yang masih berusia 8 tahun.

Nuansa fantasi bagaikan game RPG kembali Nampak dalam illustrasi ke-9 yang didesain oleh Ryuunosuke dengan karya bernama Fire Guardian.

Setelah berkelana dengan tema fantasi, fiksi ilmiah terpilih menjadi illustrasi ke-10 dengan karya bernama Killer Ball. Dalam karya ini Thomas Romain membuat coretan dari anaknya yang berusia 8 tahun menjadi illustrasi yang penuh kesan kehancuran.

Karya yang lebih mencengangkan lagi terlihat dalam illustrasi ke-11. Diunggah pada tanggal 12 Maret 2017, Ryunosuke membuat sebuah coretan yang sederhana tidak seperti sebelumnya. Tapi dari coretan sederhana itu sang ayah membuat illustrasi yang mencengangkan.

Untuk illustrasi ke-12, Itsuki yang berusia 8 tahun membuat illustrasi dari robot yang ia namakan sebagai K-3, atau bisa dibaca Keisan dalam bahasa Jepang. Kata “Keisan” sendiri dalam bahasa Jepang memiliki artian kalkulasi, itulah mengapa dalam illustrasi kali ini ditampilkanlah robot raksasa dengan nuansa matematis.

Pada penghujung bulan Maret, Thomas Romain dan anaknya membuat illustrasi yang cukup menyeramkan, yakni sesosok monster bernama Blood Dead Prince.

Dalam karyanya yang ke-14, Romain dan anaknya menampilkan kembali para Cloud Dwellers dari illustrasi ke-11 yang bertarung melawan Jellyfish King.

Berikutnya pada tanggal 9 April 2017, Thomas dan anaknya mengunggah illustrasi baru berjudul Dragon Keeper. Illustrasi ini dibuat bersama dengan Ryunosuke.

Karya desain illustrasi ayah dan anak yang terbaru diunggah pada tanggal 16 April 2017. Kali ini ia bersama dengan Itsuki membuat gambar dengan judul Leafrog.

Thomas Romain juga kini menunggah video proses saat ia membuat gambar-gambar tersebut.

Hingga saat ini Thomas Romain dan kedua anaknya masih terus membuat berbagai illustrasi yang menakjubkan setiap minggunya yang diunggah melalui akun twitter @Thomasintokyo. Belum lama ini ia juga membuka akun Patreon agar para penggemar karyanya bisa ikut serta berpartisipasi dalam proyek kolaborasi ini. Nggak menutu kemungkinan suatu saat nanti ayah dan anak ini merilis artbook dari illustrasi mereka yah, atau mungkin kamu memiliki ide kolaborasi menarik untuk Popcon Asia 2017 nanti? 







Popcon Asia

Pop Con Asia is the premier pop culture event by Pop Con Inc, dedicated to creating awareness of, and appreciation for creative and popular art forms.


Copyright 2017 © Popcon Asia