Membanggakan, di event International Festival of Sustainable Development Film (Ekotop Film/Enviro Film) yang digelar di kantor Wali Kota Bratislava, Slovakia, akhir pekan lalu, film Aquiescence buatan Fierrany Halita dari Indonesia berhasil memenangkan hadiah utama untuk kategori F-Kids (anak-anak).

Penghargaan kepada pemenang untuk kategori ini diberikan kepada Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Riset dan Olah Raga Republik Slovakia, demikian Counsellor Pensosbud KBRI Bratislava, Lely Meiliani menjelaskan, Senin (7/5).

Seperti dilansir dari Antara London, penghargaan untuk Aquiescence diterima oleh Dubes RI untuk Slovakia, Adiyatwidi Adiwoso mewakili Fierrany Halita karena yang bersangkutan tidak dapat hadir dalam acara penganugerahannya.

Namun pada kesempatan itu ditayangkan rekaman Fieranny yang menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang bergengsi itu. Fierrany tidak menyangka bahwa karyanya akan bisa mendapatkan penghargaan utama. Film animasi pendek berdurasi kurang dari delapan menit itu adalah karya pertama dari tugas akhirnya sebagai Mahasiswi Visual Communication Design Animation di Universitas Binus.

Aquiescence, adalah film animasi bertema lingkungan dengan visualisasi yang indah banget. Tidak seperti film-film animasi pada umumnya, dimana peran karakter lebih aktif, tetapi dalam film ini dibuat pasif dan lingkungannya dibuat aktif.

Film animasi yang pernah menjadi finalis Kompetisi Film Pendek & Animasi di Jakarta ini mengisahkan mengenai sebuah pohon beringin bernama ‘Fig’ yang menjadi saksi dari serangkaian peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang selalu berubah setiap saat.

Ekotop Film/Enviro Film sendiri telah berlangsung selama 44 tahun dan menjadi festival film terbesar di negara Slovakia. Selain itu, festival film ini secara khusus bertemakan tentang kelestarian lingkungan.

Penghargaan yang diberikan terdiri dari 7 kategori yaitu kategori A: Explore Nature, Nature and Natural Science; B: Success Stories; C: Current Stories; D: Shorts; E: Features Sustainability and Us; F: Kids; dan G: Short films.

Untuk tahun ini, panitia menerima 1.300 film dari berbagai negara dan hanya 86 film yang dapat masuk dalam kompetisi.

Perolehan penghargaan itu menjadi yang kali pertama bagi Indonesia di ajang film festival tersebut.

Sumber: Elshinta, Media Indonesia, Uzone