Jangan bangga dulu kalau kamu menemukan video porno dari artis-artis ternama macam Gal Gadot, Taylor Swift, atau Daisy Ridley di internet. Karena dengan kecanggihan teknologi saat ini, bisa jadi apa yang kamu lihat hanyalah rekayasa, dan tidak benar-benar dilakukan oleh orang aslinya.

Di bulan Desember 2017, Motherboard, rubrik teknologi dari portal berita VICE melaporkan kalau salah seorang pengguna situs Reddit yang bernama “deepfakes” menikmati hobi barunya, yakni menukar wajah aktris porno menjadi wajah selebritis. Ia berhasil meyakinkan banyak orang, kalau artis-artis itu benar-benar beradegan yang tak senonoh. Ia bisa melakukannya dengan bantuan “Machine Learning” dari komputer di rumahnya, video yang sudah tersedia di internet, dan waktu luang.

Tapi sejak saat itu, praktek penggunaan teknologi dalam membuat film porno dengan artis palsu ini semakin menggila. Semakin banyak orang yang mencoba membuat video porno palsu dengan menggunakan machine learning. Machine learning sendiri adalah program yang dimiliki oleh komputer yang sudah dibekali dengan kecerdasan buatan, dibekali algoritma tertentu, sehingga penggunanaya tidak perlu terlalu banyak memberikan perintah pemrograman tambahan.

Pengguna Reddit lainnya bahkan berhasil membuat sebuah aplikasi yang dapat membuat pengguna lainnya bisa menciptakan video porno palsunya sendiri. Program dan semua peralatan pendukungnya ini selain dibagikan gratis, juga dilengkapi dengan instruksi tahap demi tahap untuk semua prosesnya.

Inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran semua orang. Teknologi menukar wajah di video porno ini sudah berkembang dengan sangat cepatnya, bahkan kurang dari satu bulan! Kalau di Indonesia masih terpana dengan teknologi tukar wajah melalui photoshop, maka di luar negeri sudah ada aplikasi gratis untuk mengganti muka di video porno.

“deepfakes” sebagai orang yang memulai kehebohan ini sukses mendapatkan 15.000 lebih pengikut, dan namanya kemudian diabadikan sebagai istilah untuk video porno dengan muka palsu. Kemudian muncul juga  user dengan nama “deepfakeapp” dengan “FakeApp“-nya, sebuah aplikasi yang lebih user-friendly yang memungkinkan orang membuat “deepfakes” ini tanpa bantuan “deepfakes”. Maksudnya, aplikasi ini sudah memiliki algoritma “deepfakes”, tanpa melibatkan deepfakes yang asli, Bingung kan? Yang jelas dalam sebulan, teknologi “deepfakes” ini sudah berkembang pesat, dan sekarang setiap orang dapat membuat “deepfakes” baru, tanpa perlu susah-susah belajar programming, hanya dengan sebuah aplikasi GRATIS!

Deepfakeapp mengatakan kepada VICE, “Saya ingin mengembangkannya sehingga setiap orang bisa memilih sembarang video dari komputernya, kemudian memilih artis yang dia inginkan, berdasarkan semua foto dan video yang sudah beredar di internet, dan tinggal menukarnya hanya dengan menekan satu tombol.”

VICE kemudian juga mewawancarai Peter Eckersley, kepala ilmu komputer di Electronic Frontier Foundation untuk membicarakan dampak dari aplikasi ini di masa depan. “Walaupun sudah ada aplikasi gratisannya, tapi untuk membuat video palsu yang benar-benar mirip tetap tidak mudah, setidaknya sampai 1-2 tahun lagi. Pasti akan mudah terdeteksi kepalsuannya. Butuh skill dan teknik yang lebih tinggi untuk bisa melakukannya dengan halus.”

Tapi kenyataannya, saat ini sudah ada beberapa pengguna yang berhasil membuat video porno palsu dengan sangat meyakinkan. Misalnya user yang bernama “UnobtrusiveBot” bisa mengganti muka Melanie Rios dengan muka Jessica Alba dengan menggunakan FakeApp hanya dengan 5 jam saja.

Pengguna lainnya yang bernama “nuttynutter6969” juga berhasil memasang muka aktris dari Star Wars, Daisy Ridley dengan sangat meyakinkan. Begitu juga dengan Emma Watson (Harry Potter, Beauty & The Beast) palsu yang diunggah oleh “CelebJihad”, dan mempromosikannya sebagai “Never-before-seen video above is from my private collection, and appears to feature Emma Watson fully nude and flaunting her naked sex organs while showering with another girl!”

Pengguna lainnya juga mencoba menggunakan wajah artis Chloe Bennet (Marvel’s Agents of S.H.I.E.L.D) dari Instagram stories miliknya dan menggabungkannya dengan video porno amatir dari Snapchat setelah melihat ekspresi Chloe cocok untuk adegan joget-joget porno yang ia lihat di Snapchat itu.

Tapi walaupun “deepfakes” identik dengan pornografi, ada juga yang menggunakannya untuk hal lain yang tidak terbayangkan. Seperti yang dilakukan oleh “Z3ROCOOL22” yang memasang muka Hitler di video pidato Presiden Argentina, Mauricio Macri. Benar-benar halus sekali penggabungannya!

Menurut Deepfakeapp, setiap orang yang sudah mengunduh dan menjalankan FakeApp dapat membuat video-video seperti ini hanya dengan menggunakan 1-2 video HD dari artis atau seseorang yang mereka inginkan, tanpa perlu menginstall program-program berat seperti Python atau Tensorflow, tapi tetap membutuhkan GPU (Graphics Processing Unit) yang cukup canggih, yang sudah biasa melibas video game 3D, yang sudah mendukung CUDA (platform programming dari NVIDIA). Kalau kamu tidak punya GPU yang bagus, bisa juga menyewa cloud GPU dari Google Cloud Platform. Menjalankan program ini secara keseluruhan, dari mengekstrak wajah frame demi frame dan meletakkan ke wajah di video porno bisa memakan waktu 8 sampai 12 jam kalau dilakukan dengan benar. Kalau tidak, waktu yang ditempuh akan lebih lama, dan hasilnya berantakan. Seperti video berikut ini…

 

Aplikasi FakeApp sendiri bisa dibilang cukup bagus, karena bisa menandingi tampilan “face swap” Princess Leia yang digunakan di film “*Rogue One”. *Pada film itu, wajah aktris Carrie Fisher versi muda dipasang pada aktris yang berbeda.

Deepfakeapp menambahkan, “Harapannay di tahun-tahun mendatang, tools machine learning seperti ini bisa lebih banyak digunakan dan membuat orang awam yang tidak terlalu mengerti bahasa pemograman dapat mengeksplor kreatifitas mereka dalam memanipulasi video yang sekarang masih didominasi perusahaan-perusahaan spesial efek dengan budget tinggi.”

“Yang di atas adalah potongan asli dari film Rogue One dengan budget USD 200 juta, sedangkan yang bawah adalah hasil edit dengan FakeApp dan Fleetwood Mac dengan budget NOL,” terangnya.

Aplikasi yang dengan mudah dapat digunakan untuk membuat video palsu, porno, pembalasan, fitnah, untuk kepentingan politik atau apapun yang kamu mau ini dapat mengubah banyak pandangan kita tentang sebuah video. Informasi palsu pun dapat dengan mudah dibuat dan disebarkan, dengan dampak yang tak terbayangkan!

Jadi, bagi kamu-kamu yang hobi nge-vlog, atau pasang muka melalui aplikasi Snapchat atau Instagram Stories, waspadalah! Bisa jadi video berikutnya yang kamu lihat adalah video porno dengan wajahmu sendiri…

Bagaimana menurutmu tentang perkembangan teknologi ini?

Sumber: VICE