Nggak terasa, pada bulan Mei mendatang komik perdana BumiLangit Revolusi yang dimulai dengan serial Si Buta dari Gua Hantu bakal berusia satu tahun. Untuk merangkai jagat BumiLangit yang ada, komik BumiLangit Revolusi Saga dirilis pada hari Selasa lalu, 24 April 2018.

Setelah si Buta dari Gua hantu, kemudian Sri Asih dan Mandala yang crossover di serial komik Maza dan Aquanus dalam episode Kraken. Sekarang telah muncul jagoan-jagoan baru dari jagat BumiLangit yang akan membuat suasana menjadi lebih seru dan heboh.

Pada chapter pertamanya kita akan bisa melihat asal muasal dan leluhur dari karakter-karakter populer BumiLangit yaitu **Maza,**Aquanus, Godam, dan Sri Asih.

Berbeda dengan kisah-kisah komik BumiLangit yang telah rilis, serial BumiLangit Revolusi ini dimulai pada 75.000 SM. Ditandai dengan letusan Toba yang merupakan letusan terbesar sepanjang sejarah yang mengantar bumi ke Zaman Es. Selanjutnya, Saga ini akan berkisah tentang legenda di Tatar Besar Sundalandia. Tatar besar yang pernah menyatukan Sumatra, Jawa, dan Kalimantan jadi satu benua besar sebelum akhirnya tenggelam oleh banjir besar di akhir zaman Es antara sekitar 6.000 SM.

Nama Sundalandia ini sendiri dipopulerkan oleh Dr. Arisyio Nunes Dos Santos lewat bukunya Atlantis, The Lost Continent Finally Found, dan dikukuhkan oleh **Prof. Dr. Stephen James Oppenheimer **lewat bukunya *Eden of the East, The Drowned Continent in South East Asia. *Dalam bukunya, Santos menyatakan bahwa di Sundalandia terdapat 32 ciri geografis geografis-ekologis dan ciri-ciri sosio-antropologis-budaya yang diceritakan oleh Plato dalam bukunya *Critias *dan Timeaus sebagai Atlantis. Berbeda dengan 10 lokasi lainnya yang menjadi objek studi banding Santos, seperti: Pulau Thera/Creta di Yunani, Inca di Peru, Indian Maya di Mexico, Pulau tenggelam di Samudra Atlantik, Benua Antartika, Skandinavia di Laut Utara, Troy (Hisarlik), Celtiberia, Afria Barat Daya (Selat Giblartar/Spanyol) dan Tartasos.

Cerita BumiLangit Revolusi ini tidak hanya berlatar di sekitar Sundalandia saja, tapi terus berlanjut hingga ke masa kerajaan-kerajaan Nusantara dan masa kolonial dengan hadirnya para Jawara BumiLangit (Si Buta, Mandala, Batara, Bidadari Mata Elang), hingga era modern dengan hadirnya para Patriot BumiLangit (Sri Asih, Gundala, Godam, Aquanus, Maza dan lainnya).

Dari tim editorial BumiLangit-nya sendiri sengaja menempatkan latar cerita Jagat BumiLangit ini akan membentang dari era Sundalandia hingga era Indonesia modern dan menjelajah ke seluruh kepulauan Nusantara, untuk membangkitkan minat pembaca pada sejarah panjang dan wawasan Nusantara. Bahwa kita adalah bangsa yang besar dengan sejarah panjang, dan kekayaan budaya yang luar biasa.

Wuih, keren banget komik BumiLangit Revolusi Saga ya, walau fiksi tapi ceritanya dibuat sedemikian rupa hingga dapat menginspirasi para pembacanya untuk bangga menjadi Orang Indonesia.

Chapter terbaru komik BumiLangit Saga akan diupdate setiap hari Selasa jam 17.00 WIB. Yuk, dibaca dahulu chapter pertamanya yang telah hadir di Facebook fanpage-nya BumiLangit.