Baru dirilis 4 hari, Cuphead langsung terjual 150.000 kopi! Respon positif tidak hanya datang dari para gamer, situs-situs review pun memberikan nilai terbaik untuk game yang dirilis pada 29 September ini. Lebih menarik lagi game yang pertama kali diumumkan pada ajang E3 2014 lalu ini berasal dari studio indie bernama MDHR, yang tentunya cukup bersaing dengan studio game ternama lainnya.

Kisah sedih di balik pembuatan Cuphead juga tak kalah banyak dibicarakan, seperti sang developer yang rela berhenti kerja dan menggadaikan rumahnya untuk menyelesaikan pembuatan game ini. Tentunya keputusan nekat sang developer itu pun terbayarkan dengan meledaknya penjualan. Jadi apa sih yang membuat game 2D dikatakan sebagai game terbaik tahun ini?

**1. ART STYLE **

Cuphead sebenarnya merupakan game tipikal “run n’ gun” pada umumnya, tetapi yang membuatnya berbeda adalah art style animasi 1930-an yang ditawarkan. Memainkan game ini rasanya seperti nostalgia menonton film kartun klasik Disney era 1930-an. Yang lebih gilanya lagi semua animasi di dalam game ini dikerjakan manual alias digambar menggunakan tangan, tidak digital.

Hal ini dilakukan demi mendapatkan bentuk animasi yang terlihat otentik dan klasik selayaknya kartun-kartun zaman dahulu. Film kartun zaman dahulu pun dibuat secara terpisah dengan artist yang berbeda, begitu juga dengan Cuphead. Desain karakter Cuphead digambar manual di kertas frame by frame dan ditebalkan menggunakan tinta dan teknik pewarnaannya saja yang dilakukan secara digital. Sementara background digambar menggunakan teknik cat air untuk memberikan sentuhan retro.

Art style kartun klasik 1930-an ini tampaknya menjadi nilai positif tersendiri bagi gamers terutama yang akrab dengan kartun masa anak-anak dengan style sama. Sementara bagi generasi milineals, art style ini menjadi angin segar di antara game-game yang kebanyakan art realis dan animasi 3D.

2. LATAR MUSIK

Tidak hanya art style, tetapi musiknya pun juga dibuat se-otentik mungkin dengan kartun klasik 1930-an. Rasanya benar-benar seperti menonton kartun klasik dengan karakter yang bisa diarahkan dan dimainkan sendiri. Latar musik Cuphead di-composed oleh Kris Maddington dan dimainkan oleh 42 musisi yang di dalamnya terdapat 13 band orkestra, dan berbagai soloist yang tentu saja semua musisi tersebut memainkan melodi jazz.

Dua faktor inilah yang membuat Cuphead paling diingat karena art animasi dan musik latarnya saling mendukung satu sama lain dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Ibaratnya kalau ingat art style animasinya, pasti harus ingat *music background*-nya juga.

3. PLATFORM GAME

Platform game 2D side scrolling sudah jarang ditemui untuk PC, kebanyakan sekarang untuk mobile. Cuphead muncul dengan 2D side scrolling dan menawarkan ‘angin segar’ lainnya untuk para gamer yang bosan dengan tampilan 1st and 3rd person POV.

4. TINGKAT KESULITAN

Selain art style dan musik kartun 1930-an, hal lain yang membuat Cuphead terkenal adalah tingkat kesulitannya. Sudah banyak yang mereview game ini dan mengatakan kalau Cuphead sangat sulit dimainkan hingga muncul istilah “26 menit pertama Cuphead” karena banyak yang gagal memainkan game ini di 26 menit pertama game dimainkan.

Hal yang membuat game ini sulit dimainkan adalah ke-RANDOM-an yang ada di game ini, salah satunya adalah Bos. Tidak sedikit game yang membuat karakter “Bos” yang harus dikalahkan itu dapat berubah bentuk. Masalahnya Cuphead memiliki bos yang berubah bentuk menjadi bermacam-macam bahkan tidak terduga arah serangannya.

Cuphead memang didedikasikan untuk pecinta sekaligus penikmat kartun klasik 1930-an dan berhasil membawa rasa nostalgia itu tersendiri. Nyatanya proses yang panjang dalam pembuatan game ini pun terbayarkan dengan hasilnya, bukan? Apa kalian sudah mencoba memainkan Cuphead? Bagaimana menurut kalian?