Salah satu yang menggemparkan tahun ini adalah dunia Ghibli yang menginvasi Indonesia, terutama kota Jakarta. Memasuki bulan April 2017, bioskop di 17 kota seluruh Indonesia diramaikan oleh penayangan film animasi dari studio Ghibli yang menjadi agenda penting bagi para penggemarnya. Tidak hanya itu, dari semua agenda “perayaan” dunia Ghibli ini yang paling ditunggu adalah The World of Ghibli Exhibition Jakarta.

Pertama kali di Asia Tenggara, The World of Ghibli Exhibition Jakarta ini diadakan pada 10 Agustus – 17 September di The Ritz-Carlton Ballroom, Pacific Place. Exhibition ini membawa wujud nyata lokasi, benda, dan karakter dalam bentuk wahana yang bertemakan film-film Ghibli seperti  Laputa: Castle in the Sky, When Marnie Was There, Arrietty, Kiki’s Delivery Service, Howl’s Moving Castle, Nausicaa of the Valley of the Wind, Porco Rosso, Ponyo on the Cliff by the Sea, Princess Mononoke, My Neighbor Totoro, dan Spirited Away. Tidak hanya itu, sejarah para pendiri Studio Ghibli, poster-poster film, sketsa storyboard dan concept art juga ditampilkan di area exhibition.

Setelah hampir sebulanan penuh The World of Ghibli Exhibition berlangsung, jika diingat kembali awal pembukaan pameran Ghibli termasuk hal yang cukup menghebohkan dengan berbagai respon kekecewaan pengunjung akan wahana-wahana yang belum selesai dan pengumuman yang mendadak terkait hal ini pun tak kalah banyak diberitakan.

PENEKANAN DETAIL WAHANA PADA MY NEIGHBOR TOTORO

Terlepas dari semua berita yang ada, tim Popcon mencoba menelusuri keseruan pameran dunia Ghibli dari berbagai sisi. Jika kamu penggemar berat Ghibli, tentu saja umumnya kamu akan memiliki ekspektasi tinggi dan secara alami membandingkan pameran Ghibli Jakarta dengan yang ada di Jepang. Dalam review ini, tim Popcon mencoba untuk fokus pada pameran Ghibli Jakarta.

Mulai dari keseluruhan wahana. Dari semua wahana yang ada di The World of Ghibli Exhibition Jakarta, detail yang paling terasa berada di wahana My Neighbor Totoro. Terbilang hampir sempurna wahana yang satu ini jika dibandingkan wahana IP Ghibli lainnya. Mulai dari boneka Nekobus, boneka Totoro dengan background perhentian bus beserta payung merahnya, rumah satsuki dan mei, sampai yang paling keren adalah ruang kerja Ayah Mei dan Satsuki yang begitu detail.

[
View this post on Instagram
](https://www.instagram.com/p/BXrjagOAFvd/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading)[Berikut adalah sebagian isi rumah Kusakabe yg baru selesai dipasang & disusun oleh team Jepang bersama-sama team Indonesia semalam, semuanya dibawa dari Jepang. #ExhibitionWoGhibli hari ini dibuka dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam, untuk yang datang hari ini diperbolehkan untuk datang kembali di hari lainnya.](https://www.instagram.com/p/BXrjagOAFvd/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading)

A post shared by The World of GHIBLI Jakarta (@theworldofghiblijkt) on

Properti yang berada di ruang kerja Ayah Mei dan Satsuki ini bukan properti abal-abal terlihat dari jejeran buku arkelogi beneran yang terletak di setiap sudutnya. Bahkan dari luar area pun, kamu masih bisa mencium aroma buku tua di dalamnya. Sayangnya, area kerja Ayah Mei dan Satsuki ini hanya boleh didokumentasikan dari luar dikarenakan banyaknya barang yang berada di dalam area tersebut jika dibandingkan dengan area di wahana lainnya.

Penekanan detail pada wahana Totoro ini begitu kontras jika dibandingkan dengan wahana Mononoke yang berada di depannya. Salah satu contohnya adalah karakter Kodama yang berada di wahana hutan Mononoke tidak berbentuk 3D melainkan 2D yang bahkan hanya ditempel di setiap pohon. Walaupun begitu suasana hutan Mononoke masih oke punya. Tidak heran jika antrian terpanjang di pameran Ghibli ini pastinya di area wahana Totoro. Walaupun wahana lainnya tidak kalah ramai seperti toko roti Kiki’s Delivery Service.

Mungkin alasan dibalik penekanan detail wahana Totoro ini adalah karena umumnya para pengunjung lebih mengetahui Totoro dibandingkan IP Ghibli lainnya. Sesederhana jika ditanya karya Ghibli yang diketahui pasti jawaban nomor satunya adalah Totoro. Dan tentu saja balon raksasa Totoro yang terpajang tinggi di tengah-tengah Pacific Place menjadi sambutan yang paling keren ketika kamu baru saja memasuki mall Pacific Place menuju Ballroom, tempat dimana pameran berada.

HAL LAIN YANG MASIH LUPUT DARI PERHATIAN  

Di dalam pameran ada beberapa hal yang tidak boleh didokumentasikan seperti galeri perjalanan studio Ghibli yang menjelaskan 3 orang foundernya dan galeri yang berisikan poster-poster film beserta sketsa storyboard dan concept art yang berbentuk hasil print bukan yang aslinya. Yang disayangkan adalah storyboard dan concept art ini hanya beberapa saja yang terpajang, tidak keseluruhan.

Hal yang paling luput menurut tim popcon adalah area layar lebar dimana kompilasi trailer film-film Ghibli ditayangkan. Area tersebut memiliki layar yang sangat lebar dan cukup memanjakan mata terutama bagi para penggemar yang senang melihat film favoritnya diputar di sana. Sayangnya, area tersebut tidak terdapat kursi sehingga para pengunjung harus rela duduk lesehan dan mendongakkan kepalanya untuk menonton.

Beberapa properti wahana juga memiliki kesan pengerjaan yang terburu-buru. Memang sih tidak semua yang ada dipameran ini didatangkan langsung dari Jepang, dan nyatanya ini juga merupakan kali pertama Studio Ghibli mempercayakan pembuatan instalasi pameran kepada seniman lokal. Semua instalasi itu didesain oleh ilustrator Indonesia dan dikerjakan vendor Indonesia, berdasarkan hasil diskusi dengan Studio Ghibli dan berdasarkan arahan dari rumah produksi Kaninga Picture.

Untuk ukuran exhibition, The World of Ghibli Exhibition Jakarta ini tergolong exhibition yang paling niat. Lokasi yang berada di dalam Ballroom juga menambahkan kesan ‘wah’ dan eksklusifitas yang cukup sebanding dengan harga tiketnya. Para panita yang menjadi volunteer di setiap wahana pun sangat menguasai materi yang ada. Benar-benar selayaknya penggemar Ghibli yang siap menerangkan setiap wahana dengan semangat. Mereka juga siap membantu kamu untuk mengabadikan setiap momen terlebih jika kamu datang sendirian.

The World of Ghibli hanya tinggal dua hari lagi, yaitu akhir pekan ini saja (16-17 September 2017). Jadi bagi kamu yang belum ada agenda di akhir pekan bisa kunjungi pameran Ghibli yang satu ini.