Grup lawak legendaris Warkop DKI atau sebelumnya disebut Warkop Prambors memang tidak tergantikan, dari 34 filmnya yang rilis sepanjang tahun 1979 sampai tahun 1994 setidaknya ada 10 film yang benar-benar berbeda, dan selalu diingat karena keunikannya. Film yang mana saja? Langsung cek daftar berikut ini biar ngga penasaran…

    1. Andeca Andeci di “Mana Tahaaan…” (1979)

      Lewat film perdananya, Warkop Prambors menggabungkan komedi dengan lagu-lagu parodi. Mereka pun menciptakan lagu pantun komedi “Andeca Andeci” yang masih terus dibawakan oleh pelawak-pelawak masa kini. Karena konsepnya memang ingin merakyat, ratu dangdut Elvy Sukaesih pun diajak untuk bernyanyi bersama. “Andeca andeci, labora, bora bori…”
  1. ****Pontiac Chieftain di “Gengsi Dooong” (1980)
    ****Walaupun sering diledek sebagai Bemo, Dono ternyata memiliki kendaraan yang lebih unik! Yakni sebuah mobil klasik yang ia beli seharga 1,5 juta Rupiah saja, yang kemudian dimodif dengan gigi-gigi bertaring, serta klakson ajaib. Mobil ini ia gunakan untuk bersaing dengan Kasino, anak bengkel yang setiap hari berganti-ganti mobil pinjaman.
  2. **Manusia Bionic di “Manusia 6.000.000 Dollar” (1981)

    **Lepas dari tema anak kuliahan, pada filmnya yang kelima, Warkop Prambos total berparodi dengan membuat versi lokal dari serial “Six Million Dollar Man” (1973-1978). Kali ini Dono, Kasino, dan Indro, bersama dengan Dorman Borisman berperan sebagai anggota polisi yang mengusut kejahatan, juga pornografi, dan penculikan anak. Setelah mengalami kecelakaan parah, Dono diubah menjadi manusia bionic, alias “Spion 6.000.000” yang memiliki kekuatan super. Selain memparodikan “Six Million Dollar Man”, film ini juga banyak mengambil referensi dari film James Bond.
  3. **Polisi Motor di “CHIPS” (1982)

    **Setelah sukses memparodikan Manusia 6.000.000 Dolar, Warkop kembali memparodikan serial Amerika lainnya. Di tahun 80-an, TV sebagai hiburan utama memang masih didominasi oleh TVRI, jadi apapun serial yang sedang populer saat itu, bisa dipastikan populer juga di masyarakat. Kalau CHiPs di Amerika bercerita tentang polisi patroli di California, maka CHIPS Warkop adalah singkatan dari Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial. Dono-Kasino-Indro kali ini berperan sebagai pelayan masyarakat, yang seperti biasa lebih banyak sialnya daripada senangnya. Film ini juga mempopulerkan istilah “Jangkrik Boss!” yang berarti uang diam biar ngga berisik.
  4. “Dongkrak Antik” (1982)

    Trio Warkop kali ini ditemani Mat Solar, pemeran “Bajaj Bajuri” (2002) saat ia masih kurus. Mereka berempat berperan sebagai pegawai hotel yang serba kekurangan. Kasino yang gampang marah, Dono pelupa, Indro gagap, serta Mat Solar yang kurang pendengaran. Karakter unik inilah yang membuat film ini berbeda dari film Warkop lainnya. Apalagi saat mereka membentuk band “Wah Gede Banget!” yang memparodikan lagu-lagu The Beatles dan Rolling Stones menjadi lagu daerah. Selain itu, tarian ayam yang diiringi lagu”Der Ententanz” dari Swiss juga mulai dikenal lewat film ini.
  5. Sepak Bola Wanita di “Maju Kena Mundur Kena” (1983)

    Kembali ke kehidupan anak kos, Dono-Kasino-Indro lagi-lagi juga memperebutkan perempuan yang sama, yang diperankan oleh Eva Arnaz. Tapi sesuai judulnya, adegan paling lucu walaupun sudah sering diulang dalam setiap lawakan, adalah saat Dono yang menyamar jadi pesepak bola wanita jatuh terkapar, dan harus ditandu oleh Kasino dan Indro. Bukannya tertolong, malah maju kena, mundur kena.
  6. **Robot Penolong di “Sama Juga Bohong” (1986)

    **Masih berkutat di seputar kerasnya kehidupan anak rantau yang ngekos di Jakarta, trio Warkop kali ini berusaha mempromosikan produk-produk dalam negeri melalui robot yang mereka ciptakan sendiri. Walaupun tidak sempurna, tapi robot ini berhasil digunakan untuk menggalang dana perbaikan rumah Yatim Piatu yang diasuh oleh Ayu Azhari. Mulia sekali ya…
  7. Jadi Gaban di “Depan Bisa Belakang Bisa” (1986)

    Kalau ada yang mengatkan Dono Warkop adalah “Bapak Cosplay Indonesia” mungkin ada benarnya juga. Karena sebelum ramai cosplay super hero berkostum armor, Dono sudah memanfaatkan popularitas serial “Uchu Keiji Gavan” (1982), dan menggunakan kostumnya di film sebagai bahan lawakan. Kualitas kostum yang dipakai saat itu juga cukup baik pada zamannya. Bisa dipastikan anak-anak akan sulit membedakan apakah itu kostum Gaban asli atau palsu. Di film ini, trio Warkop kembali berperan sebagai detektif yang menyelidiki kecurangan perusahaan Jepang di Indonesia.
  8. Star Trek VS Wayang Orang di “Saya Suka Kamu Punya” (1987)

    Setelah bosan dengan tema detektif, film Warkop kali ini mengangkat tema yang lebih manusiawi, yang menyelamatkan panggung teater dari penggusuran. Berbagai cara dilakukan, mulai dari menggabungkan spesial efek ala Star Trek VS Gatot Kaca, sampai bertanding di ring tinju, demi mengumpulkan uang agar tanah teater tadi tidak digusur oleh pengembang perumahan.
  9. **Akting Boleh di “Jodoh Boleh Diatur” (1988)
    **
    Film yang judulnya berbahasa Malaysia ini mungkin jadi film Warkop yang paling berbobot dari segi akting. Karena di sini, baik Dono, Kasino, maupun Indro, bisa membawakan cerita dengan tema cinta dan keluarga yang sangat menyentuh. Berawal dari biro jodoh, Dono tertarik dengan perempuan asal Malaysia. Walaupun ia sudah memiliki anak, Dono tetap menyayanginya, bahkan ia pergi ke negeri jiran itu untuk mencari jodohnya itu. Tapi apakah mereka benar-benar jodoh? Film ini juga menjadi film terakhir Warkop yang menggunakan nama “Warkop Prambors”, yang sayangnya juga seakan menjadi pembatas antara film-film Warkop yang bermutu, dengan yang tidak.